Jayapura, 13 Juni 2026 – Tantangan global, transformasi digital, dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut hadirnya sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bersama BEM USTJ menggelar Seminar Nasional bertema "Pendidikan sebagai Instrumen Geostrategis Pembangunan Papua dalam Menghadapi Dinamika dan Ancaman Global" yang berlangsung di Aula USTJ, Sabtu (13/6).
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan USTJ, Bonefasius Bao, S.IP., MA, sekaligus sebagai keynote speech yang menegaskan pentingnya pendidikan sebagai instrumen strategis dalam menciptakan sumber daya manusia Papua yang unggul dan berdaya saing. Lebih lanjut dikatakan bahwa berbicara tentang empat pilar yang menurut saya harus menjadi tulang punggung pembangunan SDM Papua: guru sebagai garda terdepan, literasi digital sebagai jembatan kesetaraan, pendidikan vokasi sebagai mesin kemandirian ekonomi, dan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan penggerak perubahan. Keempat pilar ini bukan isu yang berdiri sendiri, mereka adalah satu bangunan utuh yang saling menopang, dan jika salah satunya lemah, maka seluruh bangunan pembangunan SDM Papua akan goyah. "Masa depan Papua tidak akan dibangun oleh mereka yang hanya berbicara tentang Papua dari luar. Ia akan dibangun oleh guru yang tegak berdiri di depan kelas dengan atap bocor, oleh mahasiswa yang belajar bukan hanya untuk dirinya sendiri, oleh dosen yang meneliti bukan hanya untuk jurnal tetapi untuk kehidupan, dan oleh setiap orang yang percaya bahwa satu anak Papua yang terdidik adalah satu langkah Papua menuju masa depan yang lebih bermartabat."
Menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan akademisi, seminar ini membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah, transformasi digital, serta kesiapan Papua dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta disampaikan oleh Yohanes Walilo, S.Sos., M.Si., Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua, dengan tema “Infrastruktur Digital Papua Sebagai Fondasi AI Pendidikan.”
Dalam paparannya, Yohanes menekankan bahwa transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur digital yang memadai. Menurutnya, pembangunan jaringan internet, akses teknologi informasi, dan pemerataan konektivitas digital menjadi prasyarat utama agar masyarakat Papua dapat menikmati manfaat perkembangan AI dalam sektor pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI berpotensi membuka akses pembelajaran yang lebih luas, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempercepat pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Namun demikian, keberhasilan implementasi teknologi tersebut sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital yang menjangkau seluruh wilayah Papua.
Sementara itu, Laus D.C. Rumayom, S.Sos., M.Si, dosen Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, mengulas tantangan global yang dihadapi daerah dalam konteks perubahan geopolitik dan perkembangan teknologi. Sedangkan Dr. Syarifuddin, S.E., M.Si, dosen Akuntansi USTJ, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan peserta seminar aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan, khususnya di Papua yang memiliki karakteristik geografis yang unik.
Melalui seminar nasional ini, USTJ berharap dapat memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya sinergi antara pendidikan, teknologi, dan pembangunan daerah. Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya rekomendasi dan inovasi yang mendukung percepatan pembangunan Papua di era transformasi digital.
"Pendidikan yang didukung oleh infrastruktur digital yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Papua menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi masa depan," menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam seminar tersebut.